Setelah kemarin ada Gayatri Wailissa, kini ada
satu lagi anak muda yang tengah jadi sorotan masyarakat, yaitu MA.
Bedanya, bila Gayatri membuat banyak orang kagum dengan kemampuan bahasa
asingnya, MA justru sebaliknya. Ia membuat banyak orang mengelus dada
karena perbuatannya di sosmed yang dinilai kelewat batas.
Sebagaimana diberitakan, Muhammad Arsad (MA) seorang tukang tusuk sate,
mendadak terkenal setelah ia ditangkap Polisi atas ulahnya menghina
Jokowi dan Megawati dengan mengedit wajah mereka dengan gambar yang
tidak senonoh. Tentu saja perbuatan MA itu salah dan patut dihukum,
karena membuat dan menyebarkan konten pornografi itu melanggar UU
Pornografi dan UU ITE. Yang bikin saya heran, tindakan pelaku yang
jelas-jelas menyebarkan pornografi itu masih aja ada yang ngotot membela
dan bilang bahwa foto itu masih wajar. Lalu bagaimana jika ia atau
anggota keluarganya yang diedit gambarnya seperti itu, trus
disebarluaskan di media sosial. Apakah reaksinya masih akan tetap
sama? *Kata Cak Lontong,”MIKIRRR…!!!”
Alih-alih membuat bangga orang tuanya, kekreatifan MA tersebut justru
membuat ibunya menderita. Bagaimana ia tak henti-hentinya memohon sambil
menangis di hadapan wartawan, agar anaknya dimaafkan dan dibebaskan
dari hukuman penjara. Kata Wapres JK sih, perbuatan MA itu pasti akan
dimaafkan kok, tapi hukum ya harus tetap jalan terus. Dan saya setuju
dengan pendapat beliau, karena dengan hukuman itulah, akan ada efek jera
dari yang bersangkutan dan menjadi pembelajaran bagi yang lain. Intinya
sih, hidup boleh miskin, tapi akhlak jangan ikut-ikutan miskin. *”SUPER
SEKALI…!!!” kata Mario Teguh.
Dan kabar terakhirnya nih, si MA akhirnya menyesali perbuatannya dan
tidak akan mengulanginya lagi. Ia berjanji akan membuat bangga ibunya
nanti jika penahanannya bisa ditangguhkan. Dan benar saja, setelah
penangguhan penahanannya dikabulkan, MA berhasil membuat ibunya bangga
dengan sebuah karya yang diciptakannya.
Bagaimana sang ibu gak bangga, mengetahui bahwa karya dari anaknya itu
berhasil masuk rekor MURI sebagai tusuk sate terbesar di dunia. Dan
kabar membanggakan tersebut membuat para wartawan langsung
berbondong-bondong mendatangi rumahnya, ingin sekedar mengetahui
bagaimana caranya MA bisa membuat karya mengagumkan tersebut.
Dengan mata berkaca-kaca, MA pun berkata, “Karyaku ini terinspirasi dari ruang tahanan….”
| foto : tribunnews.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar